30 Puisi Perihal Alam Keindahan Pegunungan Pedesaan Dan Lingkungan
Puisi tentang alam yaitu puisi yang bercerita wacana banyak sekali fenomena di alam, Seperti pegunungan, pedesaan, pantai, bahari, atau wacana alam yang rusak.
Puisi alam lazimnya berisikan berapa bait. Ada puisi yang hanya berisikan 2 bait, tiga bait, empat empat bait dan lima bait.
Keindahan alam senantiasa menjadi daya tarik bagi insan. Keindahan alam mampu dilihat dari deburan ombak di Pantai, hamparan bahari yang indah, maupun hamparan sawah di pedesaan.
Tetapi alam yang rusak bisa menjadi penyebab bala bencana. Seperti peristiwa banjir ataupun kekeringan.
Puisi alam lazimnya berisikan berapa bait. Ada puisi yang hanya berisikan 2 bait, tiga bait, empat empat bait dan lima bait.
Keindahan alam senantiasa menjadi daya tarik bagi insan. Keindahan alam mampu dilihat dari deburan ombak di Pantai, hamparan bahari yang indah, maupun hamparan sawah di pedesaan.
Tetapi alam yang rusak bisa menjadi penyebab bala bencana. Seperti peristiwa banjir ataupun kekeringan.
1. Puisi Tentang Alam Pegunungan
Tinggi Menjulang Tinggi menjulang dirimu
Bagaimana bentuk Awan Kelabu
Dari jauh bagai mengambang
Indah terpesona semua Insan.
Gunung yang sangat tinggi
Ingin sekali aku mendaki
Pasti kakiku lelah
Jika tidak terlatih.
Di pegunungan yang menyisir
Diantara hamparan sawah
Tempat petani mencari nafkah.
Alangkah indah hamparan sawah
berkelak-kelok amatlah megah
ingin badanku rebah
Menikmati segarnya udara.
Sangat jernih dan bersih
Ikan-ikan pun berenang
Bermain-main dengan bahagia.
Kenapa Sungai kotor sekarang
Banyak sampah di sana sini
Airnya pun menjadi keruh
Aromanya menjadi anyir.
Ini hatiku berdebar-debar
takut ada datang tragedi
Ke desa ku walau sebentar.
Kini banjir bandang menerjang
Karena sudah hilang hutan
Pohon-pohon banyak ditebang
Hujan mencurah banjir pun tiba.
5. Puisi Tentang Alam Pedesaan
Bagaimana bentuk Awan Kelabu
Dari jauh bagai mengambang
Indah terpesona semua Insan.
Gunung yang sangat tinggi
Ingin sekali aku mendaki
Pasti kakiku lelah
Jika tidak terlatih.
Hamparan Di Tepi Gunung
Angin datang dan berdesirDi pegunungan yang menyisir
Diantara hamparan sawah
Tempat petani mencari nafkah.
Alangkah indah hamparan sawah
berkelak-kelok amatlah megah
ingin badanku rebah
Menikmati segarnya udara.
2. Puisi Tentang Alam Yang Rusak
Alam yang indah bisa saja rusak alasannya adalah ulah manusia. Seperti hutan yang lebar sekarang menjadi gundul. Sehingga akan gampang terkena banjir. Baca berikutnya di puisi banjir.Sungaiku Kenapa Kotor?
Air sungai terus mengalirSangat jernih dan bersih
Ikan-ikan pun berenang
Bermain-main dengan bahagia.
Kenapa Sungai kotor sekarang
Banyak sampah di sana sini
Airnya pun menjadi keruh
Aromanya menjadi anyir.
Hutanku Penjaga Desaku
Setiap ekspresi dominan hujan datangIni hatiku berdebar-debar
takut ada datang tragedi
Ke desa ku walau sebentar.
Kini banjir bandang menerjang
Karena sudah hilang hutan
Pohon-pohon banyak ditebang
Hujan mencurah banjir pun tiba.
3. Puisi Tentang Alam 4 Bait
5. Puisi Tentang Alam Pedesaan
6. Puisi Alam Untuk Anak SD Belajar membuat puisi telah kita mulai saat duduk di kelas sekolah dasar. Biasanya membuat puisi dengan tema alam, keluarga, ataupun lainnya.
Misalnya puisi ihwal kunang-kunang atau puisi wacana kupu-kupu. Karena belum dewasa akan senang bermain di alam bebas.
Bermain di taman bunga
Sayapnya berwarna biru
Dari sini melayang kesana.
Kupu-kupu tampakriang
Bermain-main dengan kembang
Kesana kemari bagai penari
Selalu begitu di pagi hari.
Dari mana engkau tiba
Tubuhmu menenteng Lampu
Menjadikan Malam begitu jelas.
Kunang-kunang yang ku sayang
Ajari diriku Bagaimana terbang
Supaya aku bisa ikut denganmu
Menjelajah Kesunyian malam.
Indonesia ialah negara yang kaya raya dan juga indah. Indonesia mempunyai banyak kekayaan dan keindahan. Mulai dari pantainya, gunung, sawah, dan lautannya.
Pantai Gunung serta lembah
Terhampar luas antero Nusantara
Anugerah dari Tuhan Yang Esa.
Gunung-gunung tinggi menjulang
Sawah-sawah luas terhampar
Pantai-pantai begitu indah
Lautan membentang tak telah telah.
Indonesiaku amatlah indah
Bagaikan Zamrud Khatulistiwa
Kita semua harus mempertahankan
Agar Lestari alam kita.
Ada udara yang begitu segar
Membuat diriku senantiasa rindu
Rindu di dada amat bergetar.
Hutan pinus melebur rindu
yang memanggil jiwaku
doaku moga lestari
alam indah nan berseri.
jatuh membuncah di bawah
suaramu merdu nyanyian alam
pecah sunyi sarat kemerduan.
Bergeranjas jatuh
Dengan cara yang paling Anggun
Suaramu menenangkan hati
Tarianmu menghias indah.
…
Jauh dari pemukiman
Selalu jadi Kerinduan
Dari jiwa setiap Insan
Kau mengalir dari jauh
Di kawasan itu engkau jatuh
Dengan suara yang bergemuruh
Di kolam kecil engkau berlabuh.
Diantara dahan-dahan
Di sana lah kami bermain
Bergembira bareng sahabat.
Pohon bangun sudah usang
Sebelum kami lahir ke dunia
Menemani kita dan cerita
Kenangan kami kelak cukup umur.
Dari hulu hingga Hilir
Jauh sekali engkau mengalir.
Engkau memberi kehidupan
Untuk mengairi persawahan
Menyuburkan aneka macam flora
Sebagai anugerah Tuhan.
Langit pun mulai memerah
Pantai Cahaya Sang Fajar
Pagi hari yang bergetar
perlahan-lahan Bangkitlah Surya
Menerangi Alam Raya
Menyemburatkan cahaya
Memberi hangat pada manusia insan.
Menyentuh ujung ilalang
Dan iapun menggeletar
Menjatuhkan bunga putihnya.
Padang ilalang di waktu senja
Membawakan suatu aroma
Ketika ditimpa cahaya senja
Terlihat betapa indahnya.
Menghiasi gelap malam
Memagari sang Rembulan
bintang kecil amat alit.
Alangkah indah ciptaan Tuhan
Menjadi dekorasi bagi Insan
Agar bersujud terhadap-Nya
Mengagungkan seagung-agung-Nya.
Telah diberikan fasilitas
Untuk kita dari alam
Sesama makhluk ciptaan Tuhan.
Jangan kita menyakiti
Biarkan alam tumbuh berseri
Kepada makhluk Marilah sayang
Agar hidup selalu Harmoni.
Hanya menciptakan sakit hati
Kasih sayang itu lebih utama
Bermanfaat di alam sana.
Kasih sayang terhadap sesama
Agar hidup tentram senang
Tolong menolong menjadi utama
Jiwa pun akan merasa Sentosa.
Fenomena alam umumnya terjadi di sekitar kita. Contohnya yaitu gunung meletus, Gempa bumi, atau banjir yang melanda.
Mengeluarkan awan putih
Cuaca menjadi panas
Saat engkau berganti ganas.
Gunung yang indah sekarang mengamuk
Menakutkan hati insan
Keluar lahar
Hawa panas
Gunung tenang menjadi berangasan.
Ada dongeng yang tak pernah henti
Setiap kali isu terkini penghujan
Rumah kami ikut terendam.
Hutan-hutan sudah habis
Pertumbuhan makin terkikis
Air hujan tak mampu disimpan
Hanya mengalir dan menenggelamkan.
Mari kita melestarikan
Tanam lagi pepohonan
Agar terhindar dari bencana
Ketika trend penghujan tiba.
.
.
Gejala alam menandakan adanya sesuatu yang berafiliasi dengan insan. Kadang-kadang insan tidak menyadari bahwa peristiwa tersebut alasannya adalah ulah manusia itu sendiri. Ada orang yang tidak pernah mencampakkan sampah kecuali di sungai. Ada pula yang mengambil keuntungan dari hutan. Oleh sebab itu Mari kita jaga kelestarian dan keindahan alami.
Rumah-rumah berderak
Manusia Limbung
Saat bencana gempa
Datang dengan tiba-datang.
Jika gempa sudah melanda
Rumah mewah bagaikan kertas
Runtuh semua saat itu juga
Jangan tanah rumahpun rata.
Manusia cemas akhirnya
Yang terpikir keselamatan diri
Jangan sampai beliau celaka.
Gempa bumi akan terjadi
Semakin banyak di kiamat
Karena dosa-dosa Insani
Yang tak taat terhadap Tuhan.
Diantara bentangan sawah
Menghijau beliau warnai desa
Perasaanku begitu Sentosa
Alam Hijau di pedesaan
Udara segar yang kita rasakan
Bersih jauh dari abu debu
Harus disyukuri sepanjang waktu.
Aku duduk di Gubuk Tua
Memandang hijaunya sawah
Menikmati angin semilir
Memandang sungai kecil yang mengalir.
Menghijau luas membentang
Di sanalah ada kehidupan
Dari dulu sampai kini.
Alamku hijau dan Permai
Begitu indah dipandang mata
Penduduknya merasa hening
Menikmati anugerah dari-Nya.
Suaku kamu penuhi dengan polusi
Udaraku kamu penuhi dengan polusi.
Mengapa Wahai Manusia
Engkau rusak diriku ini
Padahal segalanya sudah kuberikan
Dari hasil kekayaan ini.
Jagalah Alam
Dari lautanku,
Engkau mengambil ikan.
Dari sawah-sawah ku
Engkau mengambil padi.
Dari perut perutku,
Kau ambil emas pasir dan tembaga
Dari bersih udaraku
Engkau dengan nafas.
Sungai kecil yang berpasir
Dari ketinggian bukit
Hingga turun ke tanah lembah.
Betapa senang didalam jiwa
menjelajahi alam ciptaan-Nya
Terasa besar Keagungan Tuhan
Sedangkan aku seorang hamba.
Dengan aromanya yang tak dilupa
Suara terdengar dari binatang
Memasuki hutan
Melalui Jalan Setapak
Ditemani burung-burung
Serta nyanyian margasatwa.
menjelajahi Alam Hijau
Di situasi desa
pada sawah yang berlumpur.
Lelah aku melihat tembok
Ingin ku lepaskan persepsi
Benda langit yang biru
Ditemani awan Gemawan.
Terdengar merdu suaranya
Menimpa atap rumah
Ketika itu di waktu senja.
Aku duduk di balik jendela
Menatap gerimis turun ke bumi
Di dalam hati ada kehangatan
Sebab gerimis adalah anugerah Tuhan.
Kutatap sendu pada awan
Yang warnanya mulai kelabu
Mungkin saja hujan selesai
Meninggalkan udara higienis.
Di bawah cahaya matahari
Mata hatiku pun berdenyai
Melihat warna-warni sang Pelangi.
Ia bagaikan mahkota
Di bentangan langit begitu indah
Warnanya sungguh sangat tertata
Menghilangkan segala bingung.
Kicau burung di pagi hari
Amat riang mereka bernyanyi
Bermain-main di pucuk Cempaka
Menemani datangnya Surya.
Burung yang jelita
Kulihat engkau begitu senang
Dalam hidup sarat Kemesraan
Engkau terbang bersama teman-sahabat.
Ada menunjukan dari alam
Awan putih sudah berubah
Warnanya kini menjadi hitam.
Mendung hitam menggelayuti
Di pucuk langit di atas bumi
Hujan turun selaku anugerah
Menghidupkan flora Bumi.
Kaki Bukit di bersahabat gunung
Hatiku eksklusif terasa hening
Pikiran pun gampang merenung.
Dari ketinggian
Air mengalir dengan Anggun
Mengirim cinta ke sawah-sawah
Menyenangkan hati para petani.
Sungai Ini begitu masbodoh
Airnya jernih begitu bening
Untuk diminum oleh insan
Dijadikan makanan untuk yang lainnya.
Jalannya berkelok-kelok
Jauh sekali.
Turun dan mendaki
Jalan berkelok
Alam yang sunyi.
Bersama embun embun
Menyambut cahaya matahari
Menerpa daun-daun.
Kabut tipis melayah-layah
Di antara hutan pinus.
Kicau burung terdengar indah
Insan terpana bagai terbius.
Dari zaman dahulu
Sebelum lahir kakekku
Alam Negeriku begitu kaya
Gunung sungai lautan dan lembah
Terbentang begitu saja amat indah.
Menghiasi langit yang biru
Kadang putih kadang kelabu
Memayungi Bumi Indahku.
Awan Gemawan sangat menarik
di atas sana senantiasa mengambang
Mengikuti angin kemana
Ke selatan ataupun ke Utara.
Kadang ia terlihat tipis
Di waktu senja yang memerah
Kadang Putih dikala gerimis
Atau dikala cuaca cerah.
Kami bermandikan dengan cahaya
Berlari-lari di halaman rumah
Menikmati Purnama Raya.
Di depan rumah itu
duduk pula Ayah ibuku
Bercerita mereka berdua
Sambil memperhatikan kami semua.
Saat Purnama datang
hati kami selalu ceria
Di tepi sungai rumah kami
Tempat terbaik memandang Purnama.
Apabila pagi pecah
Dari kapulasan tidurnya
Bagaikan seorang putri
Disambut kabut serta embun.
Pagi ini pagi yang berkah
Ketika angin semilir
Dari lautan menuju lembah
Mengembara ke mana saja.
Semenjak malam tadi.
Menjadi kabut misteri
Tapi menyejukan hari.
Embun bening berseri
Kepada daun menghampiri
Padang rumput rumput di kaki
Hilang kalau datang Mentari.
Yang aku jumpai
Sebelum datang Mentari
Menggantung beliau di pucuk daun.
Embun cuma di malam hari
Untuk menyejukkan alam ini
Agar Insan beristirahat
Dalam tidur yang lelap.
Embun pagi tiba menyapa
Menetes jatuh ke atas bumi
Mengusir sedih dan nestapa.
Embun bekerja di malam hari
Agar segar tanaman
Walau tak ada orang memperhatikan
Setiap malam dia akan datang.
Yang siang tadi hampir layu
Kini dia segar kembali
Sebab disentuh embun pagi.
Bunga bunga ini mekar
Daun-daun membuka lebar
Saat tersentuh Mentari
Embun hilang dan pergi.
Misalnya puisi ihwal kunang-kunang atau puisi wacana kupu-kupu. Karena belum dewasa akan senang bermain di alam bebas.
Puisi Kupu-Kupu
Aku lihat kupu-kupuBermain di taman bunga
Sayapnya berwarna biru
Dari sini melayang kesana.
Kupu-kupu tampakriang
Bermain-main dengan kembang
Kesana kemari bagai penari
Selalu begitu di pagi hari.
Kunang-Kunang
Wahai kunang-kunangDari mana engkau tiba
Tubuhmu menenteng Lampu
Menjadikan Malam begitu jelas.
Kunang-kunang yang ku sayang
Ajari diriku Bagaimana terbang
Supaya aku bisa ikut denganmu
Menjelajah Kesunyian malam.
7. Puisi Alam Indonesia
Indonesia ialah negara yang kaya raya dan juga indah. Indonesia mempunyai banyak kekayaan dan keindahan. Mulai dari pantainya, gunung, sawah, dan lautannya.
Indonesiaku Indah
Indonesiaku amatlah indahPantai Gunung serta lembah
Terhampar luas antero Nusantara
Anugerah dari Tuhan Yang Esa.
Gunung-gunung tinggi menjulang
Sawah-sawah luas terhampar
Pantai-pantai begitu indah
Lautan membentang tak telah telah.
Indonesiaku amatlah indah
Bagaikan Zamrud Khatulistiwa
Kita semua harus mempertahankan
Agar Lestari alam kita.
Hutan Pinus Gunung
Di hutan pinus di DesakuAda udara yang begitu segar
Membuat diriku senantiasa rindu
Rindu di dada amat bergetar.
Hutan pinus melebur rindu
yang memanggil jiwaku
doaku moga lestari
alam indah nan berseri.
8. Puisi Tentang Air Terjun
Deras mengalir air jernihjatuh membuncah di bawah
suaramu merdu nyanyian alam
pecah sunyi sarat kemerduan.
Bergeranjas jatuh
Dengan cara yang paling Anggun
Suaramu menenangkan hati
Tarianmu menghias indah.
…
Sunyi
Kau berada ditengah kesepianJauh dari pemukiman
Selalu jadi Kerinduan
Dari jiwa setiap Insan
Kau mengalir dari jauh
Di kawasan itu engkau jatuh
Dengan suara yang bergemuruh
Di kolam kecil engkau berlabuh.
9. Indahnya Alam Lingkungan
Kita bisa membuat puisi wacana alam sekitar kita. Tidak harus perihal gunung, pantai, sungai, ataupun lautan. Tetapi kita mampu juga menuliskan puisi tentang alam sekitar kita, mirip pohon, kupu-kupu, lapangan kawasan bermain, dan sejenisnya. Berikut ini yaitu teladan perihal keindahan alam sekitar.Pohon Tempat Kami
Di bawah rindang daun-daunDiantara dahan-dahan
Di sana lah kami bermain
Bergembira bareng sahabat.
Pohon bangun sudah usang
Sebelum kami lahir ke dunia
Menemani kita dan cerita
Kenangan kami kelak cukup umur.
Menyusur Sungai
Air mengalir padamuDari hulu hingga Hilir
Jauh sekali engkau mengalir.
Engkau memberi kehidupan
Untuk mengairi persawahan
Menyuburkan aneka macam flora
Sebagai anugerah Tuhan.
10. Keindahan Alam
Pagi Pecah
Ketika pagi pecahLangit pun mulai memerah
Pantai Cahaya Sang Fajar
Pagi hari yang bergetar
perlahan-lahan Bangkitlah Surya
Menerangi Alam Raya
Menyemburatkan cahaya
Memberi hangat pada manusia insan.
Nyanyian Semesta
Dan angin pun bersemilirMenyentuh ujung ilalang
Dan iapun menggeletar
Menjatuhkan bunga putihnya.
Padang ilalang di waktu senja
Membawakan suatu aroma
Ketika ditimpa cahaya senja
Terlihat betapa indahnya.
Alam Ciptaan Tuhan
Berkelipan bintang di langitMenghiasi gelap malam
Memagari sang Rembulan
bintang kecil amat alit.
Alangkah indah ciptaan Tuhan
Menjadi dekorasi bagi Insan
Agar bersujud terhadap-Nya
Mengagungkan seagung-agung-Nya.
11. Kasih Sayang Kepada Alam
Telah diberikan keindahanTelah diberikan fasilitas
Untuk kita dari alam
Sesama makhluk ciptaan Tuhan.
Jangan kita menyakiti
Biarkan alam tumbuh berseri
Kepada makhluk Marilah sayang
Agar hidup selalu Harmoni.
Kasih Sayang Sesama Manusia
Apa gunanya iri dengkiHanya menciptakan sakit hati
Kasih sayang itu lebih utama
Bermanfaat di alam sana.
Kasih sayang terhadap sesama
Agar hidup tentram senang
Tolong menolong menjadi utama
Jiwa pun akan merasa Sentosa.
12. Puisi Fenomena Alam
Fenomena alam umumnya terjadi di sekitar kita. Contohnya yaitu gunung meletus, Gempa bumi, atau banjir yang melanda.
Merapi Meletus
Suara menggelegarMengeluarkan awan putih
Cuaca menjadi panas
Saat engkau berganti ganas.
Gunung yang indah sekarang mengamuk
Menakutkan hati insan
Keluar lahar
Hawa panas
Gunung tenang menjadi berangasan.
Banjir Tak Pernah Usai
Di kotaku iniAda dongeng yang tak pernah henti
Setiap kali isu terkini penghujan
Rumah kami ikut terendam.
Hutan-hutan sudah habis
Pertumbuhan makin terkikis
Air hujan tak mampu disimpan
Hanya mengalir dan menenggelamkan.
Mari kita melestarikan
Tanam lagi pepohonan
Agar terhindar dari bencana
Ketika trend penghujan tiba.
.
.
Gejala alam menandakan adanya sesuatu yang berafiliasi dengan insan. Kadang-kadang insan tidak menyadari bahwa peristiwa tersebut alasannya adalah ulah manusia itu sendiri. Ada orang yang tidak pernah mencampakkan sampah kecuali di sungai. Ada pula yang mengambil keuntungan dari hutan. Oleh sebab itu Mari kita jaga kelestarian dan keindahan alami.
13. Bencana Gempa
Bumi pun bergetarRumah-rumah berderak
Manusia Limbung
Saat bencana gempa
Datang dengan tiba-datang.
Jika gempa sudah melanda
Rumah mewah bagaikan kertas
Runtuh semua saat itu juga
Jangan tanah rumahpun rata.
Gempa Bumi
Jika terjadi gempa bumiManusia cemas akhirnya
Yang terpikir keselamatan diri
Jangan sampai beliau celaka.
Gempa bumi akan terjadi
Semakin banyak di kiamat
Karena dosa-dosa Insani
Yang tak taat terhadap Tuhan.
14. Alam Hijau
Menikmati Semilir
Duduk saya di Gubuk TuaDiantara bentangan sawah
Menghijau beliau warnai desa
Perasaanku begitu Sentosa
Alam Hijau di pedesaan
Udara segar yang kita rasakan
Bersih jauh dari abu debu
Harus disyukuri sepanjang waktu.
Aku duduk di Gubuk Tua
Memandang hijaunya sawah
Menikmati angin semilir
Memandang sungai kecil yang mengalir.
Hijaunya Alamku
Alangkah indahnya alamMenghijau luas membentang
Di sanalah ada kehidupan
Dari dulu sampai kini.
Alamku hijau dan Permai
Begitu indah dipandang mata
Penduduknya merasa hening
Menikmati anugerah dari-Nya.
15. Kerusakan Alam
Jeritan Alam
Hutan-hutanku kamu babatSuaku kamu penuhi dengan polusi
Udaraku kamu penuhi dengan polusi.
Mengapa Wahai Manusia
Engkau rusak diriku ini
Padahal segalanya sudah kuberikan
Dari hasil kekayaan ini.
Jagalah Alam
Dari lautanku,
Engkau mengambil ikan.
Dari sawah-sawah ku
Engkau mengambil padi.
Dari perut perutku,
Kau ambil emas pasir dan tembaga
Dari bersih udaraku
Engkau dengan nafas.
16. Pantun Jelajah Alam
Susur Sungai
Kususuri dengan kakikuSungai kecil yang berpasir
Dari ketinggian bukit
Hingga turun ke tanah lembah.
Betapa senang didalam jiwa
menjelajahi alam ciptaan-Nya
Terasa besar Keagungan Tuhan
Sedangkan aku seorang hamba.
Rindu Hutan
Aku rindukan suasana hutanDengan aromanya yang tak dilupa
Suara terdengar dari binatang
Memasuki hutan
Melalui Jalan Setapak
Ditemani burung-burung
Serta nyanyian margasatwa.
17. Rindu Alam
Aku merindukan lagimenjelajahi Alam Hijau
Di situasi desa
pada sawah yang berlumpur.
Lelah aku melihat tembok
Ingin ku lepaskan persepsi
Benda langit yang biru
Ditemani awan Gemawan.
Hujan Di Balik Jendela
Setiap kali hujan gerimisTerdengar merdu suaranya
Menimpa atap rumah
Ketika itu di waktu senja.
Aku duduk di balik jendela
Menatap gerimis turun ke bumi
Di dalam hati ada kehangatan
Sebab gerimis adalah anugerah Tuhan.
Kutatap sendu pada awan
Yang warnanya mulai kelabu
Mungkin saja hujan selesai
Meninggalkan udara higienis.
18. Kutatap Pelangi
Jika gerimis turun berderaiDi bawah cahaya matahari
Mata hatiku pun berdenyai
Melihat warna-warni sang Pelangi.
Ia bagaikan mahkota
Di bentangan langit begitu indah
Warnanya sungguh sangat tertata
Menghilangkan segala bingung.
19. Kicau Burung Pagi Hari
Kicau burung di pagi hari
Amat riang mereka bernyanyi
Bermain-main di pucuk Cempaka
Menemani datangnya Surya.
Burung yang jelita
Kulihat engkau begitu senang
Dalam hidup sarat Kemesraan
Engkau terbang bersama teman-sahabat.
20. Mendung Hitam
Sebelum turun hujanAda menunjukan dari alam
Awan putih sudah berubah
Warnanya kini menjadi hitam.
Mendung hitam menggelayuti
Di pucuk langit di atas bumi
Hujan turun selaku anugerah
Menghidupkan flora Bumi.
21. Sungai
Jika aku minta di sungaiKaki Bukit di bersahabat gunung
Hatiku eksklusif terasa hening
Pikiran pun gampang merenung.
Dari ketinggian
Air mengalir dengan Anggun
Mengirim cinta ke sawah-sawah
Menyenangkan hati para petani.
Sungai Ini begitu masbodoh
Airnya jernih begitu bening
Untuk diminum oleh insan
Dijadikan makanan untuk yang lainnya.
23. Alam Pegunungan
Di gunung yang tinggiJalannya berkelok-kelok
Jauh sekali.
Turun dan mendaki
Jalan berkelok
Alam yang sunyi.
Kabut
Kabut turun di pagi hariBersama embun embun
Menyambut cahaya matahari
Menerpa daun-daun.
Kabut tipis melayah-layah
Di antara hutan pinus.
Kicau burung terdengar indah
Insan terpana bagai terbius.
24. Alam Negeriku
Pohon-pohon telah tumbuhDari zaman dahulu
Sebelum lahir kakekku
Alam Negeriku begitu kaya
Gunung sungai lautan dan lembah
Terbentang begitu saja amat indah.
25. Awan-Awan
Bertebaran dia di angkasaMenghiasi langit yang biru
Kadang putih kadang kelabu
Memayungi Bumi Indahku.
Awan Gemawan sangat menarik
di atas sana senantiasa mengambang
Mengikuti angin kemana
Ke selatan ataupun ke Utara.
Kadang ia terlihat tipis
Di waktu senja yang memerah
Kadang Putih dikala gerimis
Atau dikala cuaca cerah.
26. Purnama
Bila datang waktu PurnamaKami bermandikan dengan cahaya
Berlari-lari di halaman rumah
Menikmati Purnama Raya.
Di depan rumah itu
duduk pula Ayah ibuku
Bercerita mereka berdua
Sambil memperhatikan kami semua.
Saat Purnama datang
hati kami selalu ceria
Di tepi sungai rumah kami
Tempat terbaik memandang Purnama.
Angin Berkah
Apabila pagi pecah
Dari kapulasan tidurnya
Bagaikan seorang putri
Disambut kabut serta embun.
Pagi ini pagi yang berkah
Ketika angin semilir
Dari lautan menuju lembah
Mengembara ke mana saja.
27. Embun Pagi
Embun sudah turunSemenjak malam tadi.
Menjadi kabut misteri
Tapi menyejukan hari.
Embun bening berseri
Kepada daun menghampiri
Padang rumput rumput di kaki
Hilang kalau datang Mentari.
28. Ketemukan Embun Pagi
Hanya embun pagiYang aku jumpai
Sebelum datang Mentari
Menggantung beliau di pucuk daun.
Embun cuma di malam hari
Untuk menyejukkan alam ini
Agar Insan beristirahat
Dalam tidur yang lelap.
29. Setetes Embun
Walaupun tanah kering kerontangEmbun pagi tiba menyapa
Menetes jatuh ke atas bumi
Mengusir sedih dan nestapa.
Embun bekerja di malam hari
Agar segar tanaman
Walau tak ada orang memperhatikan
Setiap malam dia akan datang.
30. Segar
Telah ku jumpai daun daunku,Yang siang tadi hampir layu
Kini dia segar kembali
Sebab disentuh embun pagi.
Bunga bunga ini mekar
Daun-daun membuka lebar
Saat tersentuh Mentari
Embun hilang dan pergi.
31. Puisi Ombak Laut Biru
49. Puisi Alam Pantai Yang Indah Laut secara tiba-tiba ramai
Saat manusia pergi ke pantai
Bermain-main dengan riang
Dibawah Mentari bercahaya terang.
Laut sudah mengirimkan
Ombaknya yang bergunung-gunung
Hingga pecah di tepi pantai
Memberi makna beribu-ribu.
Di ufuk timur yang jauh
Kulihat kabut kabut lembut
Di antara ombak berdebur.
Burung-burung bernyanyi riang
Menyambut Mentari di ujung sana
Anginpun mulai bertiup kencang
Menandakan datangnya kehidupan.
Ombak mulai berkejar-kejaran
Berlomba menuju Karang
Kadang menyapu bahtera di tepi
Membuatnya bergoyang-goyang.
Deburmu aku rindukan
Gelombang aku nantikan
Gemuruhmu aku puisikan.
Oh bahari
Anginmu menenangkan
Birumu melapangkan
Pasirmu membahagiakan.
Oh Laut
Aku rindu kepadamu
Rindu itu membawaku
pada kerinduan pada Pencipta-Mu.
Saat manusia pergi ke pantai
Bermain-main dengan riang
Dibawah Mentari bercahaya terang.
Laut sudah mengirimkan
Ombaknya yang bergunung-gunung
Hingga pecah di tepi pantai
Memberi makna beribu-ribu.
50. Pantai di pagi hari
Kala Mentari terbitDi ufuk timur yang jauh
Kulihat kabut kabut lembut
Di antara ombak berdebur.
Burung-burung bernyanyi riang
Menyambut Mentari di ujung sana
Anginpun mulai bertiup kencang
Menandakan datangnya kehidupan.
Ombak mulai berkejar-kejaran
Berlomba menuju Karang
Kadang menyapu bahtera di tepi
Membuatnya bergoyang-goyang.
51. Oh Laut
Oh bahariDeburmu aku rindukan
Gelombang aku nantikan
Gemuruhmu aku puisikan.
Oh bahari
Anginmu menenangkan
Birumu melapangkan
Pasirmu membahagiakan.
Oh Laut
Aku rindu kepadamu
Rindu itu membawaku
pada kerinduan pada Pencipta-Mu.
Puisi Kampung Halamanku
harus di isi/search?q=puisi-gunung
mesti di isi/search?q=puisi-gunung
harus di isi/search?q=puisi-gunung
mesti di isi/search?q=puisi-gunung
harus di isi/search?q=puisi-gunung
Posting Komentar untuk "30 Puisi Perihal Alam Keindahan Pegunungan Pedesaan Dan Lingkungan"