100 Puisi Perihal Persahabatan Waktu Di Sekolah
Kamu, ingatan
Dan keindahan
Adalah tiga hal
Yang kukenang
Dari persahabatan.
.
.
Anna Noer Jannah
Puisi ihwal persahabatan memang tak pernah ada habisnya. Semua orang yang pernah sekolah, mempunyai ingatan indah bersama sahabatnya.
Untuk melengkapi puisi sahabat yang pernah kami berikan, perlu juga kami tuliskan puisi ihwal persahabatan di sekolah.
Sekolah menjinjing aneka macam kenangan. Apapun itu akan terasa sungguh indah. Indah sekali.
Kita akan mengingat kelas di mana kita belajar, guru yang mengajar, teman-teman dengan canda dan tawanya.
Kenangan itu ada baiknya ditulis dalam bait-bait puisi.
Saat gerimis
Aku duduk sendiri.
Memandangi taman
Dari sudut jendela.
Dan entah bagaimana mulanya
Tiba-datang kau tiba, dan mulailah kita bercerita.
Lalu aku merasa
Kaulah seorang sobat baru
Yang akan menjadi sahabatku.
Dan setiap gerimis datang
Wajahmu kembali terkenang.
Tentang ceritamu
Kebaikan, kehangatan, dan persahabatan
Yang kau berikan untukku.
Aku terkenang
Bagaimana caramu menatapku,
Seperti seorang yang mengetahui
Siapa diriku.
Aku terkenang
Bagaimana kau berbicara
Seolah engkau seseorang
Yang ingin berada di sampingku
Mendengarkan ceritaku,
Keluh kesan,
Bahagia,
Dan segalanya.
Gerimis turun.
Aku terkenang,
Di kelas itu kita bertemu.
Tuhan sudah takdirkan
Aku dan kamu berjumpa
Menjalani hari-hari indah
Di sekolah.
Entah mengapa
Hati rasa terpaut
Bagai satu jiwa
Hanya terpisah oleh raga.
Ada kenyamanan
Yang tak kudapatkan
Kecuali ketika bersamamu.
saya menjadi diriku
apa adanya.
Tanpa kutakut
Dihakimi.
Hari-hari indah
Akan senantiasa terkenang
dari hari ini dan seterusnya.
Dalam persahabatan
Kutemukan cinta, kasih sayang, dan pengorbanan.
Dalam persahabatan
Aku mencicipi kemesraan di dalam hati, Kehangatan dalam jiwa, Dan keteduhan yang tak pernah ada habisnya.
Saat saya terjatuh
Kau bantu membangunkan diriku.
Saat aku terluka
Kau mengobati sepenuh jiwa.
Saat saya bersedih,
Kau bawa tawa ke dalam sukma.
Saat saya frustasi,
Kau bawakan cita-cita yang bercahaya.
Hanya terimakasih
Yang dapat kuucapkan
Untuk sahabatku tercinta.
Tanpamu
Mungkin aku kehilangan arah jalan.
Tanpamu
Mungkin aku terjerumus
Dalam jurang keputusasaan.
di sudut kelas itu,
aku terkesima denganmu.
Caramu mengatakan;
menatap, dan apapun darimu
seluruhnya amat mempesona diriku.
Tak terasa
Hari demi hari
Kita menjalani.
Teman sebangku,
Adalah episode terindah
Dari episode-episode kehidupan.
Jika hari ini
Aku ingin mengulang abad lalu,
...saya ingin kembali
Duduk bersamamu.
Belajar bareng ,
Di sekolah yang kita tersayang.
Persahabatan di sekolah adakala berlanjut sampai kehidupan selanjutnya. Yakni hingga kurun rumah tangga.
Hingga mereka punya bawah umur, persahabatan di kurun sekolah tak jua usai.
Persahabatan mereka terus terjalin indah. Bisa jadi hingga usia usai dari kehidupan mereka.
Saat periode remaja terasa indah.
Telah usai hari-hari kita,
Saat berjibaku dengan tugas sekolah.
Namun persahabatan...
...tak pernah usai.
Meski pernah berjauhan
Meski pernah terpisah
Namun Tuhan takdirkan
Bahwa kita dua sobat tak terpisahkan.
Tahukah kau?
Saat saya kembali berjumpa
Ada berlaksa-laksa rasa senang
Bagai air yang bergeranjas
Di arungan jiwaku.
Ya,
Aku begitu senang.
Bagai menemukan kembali
Hiasan permata berharga
Yang usang hilang.
Lalu datang-tiba
Ia berada di depan mataku.
Kita sama-sama pusing
Menghadapi cobaan.
Rasanya baru saja kemarin
Kita sama-sama merayakan
Kelulusan cobaan.
Tapi
Rupanya sudah lama
Waktu berlalu.
Kau dan aku
Kembali berjumpa .
Menjadi teman sejati
Persahabatan yang tak pernah usai
Dari waktu sekolah dulu
Hingga sekarang,
Anak-anak kita yang sekolah.
Rasanya gres kemarin.
Kau tiba memberi hiburan.
Lalu saya pun bahagia
Dengan sepenuh rasa.
Saat aku terjatuh
Kau tiba membangkitan.
Lalu akupun bangkit
Melewati periode-kurun sulit.
Terimakasih
Untuk kesediaanmu
Berada di sisiku – selama ini.
Terimakasih
Untuk kesabaranmu
Menghadapi diriku – yang belum mampu menjadi teman terbaikmu.
Hadirmu
Bagiku yakni bintang
Di tengah gelap gulita di malam kelam.
Kamu begitu indah.
Sendiri sepi di sana.
Aku tertegun. Dan ingin sekali menjadi mirip indahnya dirimu.
Dari dulu hingga sekarang.
Tak banyak bicara,
Tapi senantiasa setia.
Rendah hati
Padahal hartamu di sana sini.
Aku senang sekali
Mengenal dirimu
Dipertemukan dan disatukan
Dalam bahtera persahabatan.
Saat aku keletihan
Menghadapi segenap cobaan kehidupan.
Kau tiba laksana embun pagi
Menyirami hati yang penuh luka.
Saat saya terjatuh
Dalam kubangan dosa
Tanganmu lembut mengajakku
Agar kembali ke taman surga.
Sahabat,
Ya engkaulah sobat bergotong-royong
Yang tidak ingin melihatku sengsara,
Di dunia ini, apalagi di akhirat nanti.
Sahabat yang setia bagai pewangi yang mengharumkan.
Sahabat sejati menjadi pendorong keinginan.
Sahabat berhati mulia membawa kita ke jalan Allah.
Aku tidak mau berpisah darimu
Karena bersamamu
Rasanya aku berjalan dalam kedamaian.
Puisi-puisi persahabatan di sekolah lahir dari dongeng seseorang di sekolah. Kepingan cerita itu yang kesudahannya mengkristal.
Dan tersusun dari kata demi kata, dalam puisi yang sangat indah. Seperti puisi senja yang tak pernah bisa hilang kenangannya.
Apalagi kehilangan seorang sobat
Sepertimu.
Karena teman sejati
Dimanapun ia berada
Tak pernah ada pengkhianatan.
Dan saya tahu
Aku menyadari
Engkaulah teman sejati.
Karena selalu kembali
Padaku – kemanapun kau pergi.
Aku tak pernah tahu
Apa bedanya sobat dengan sahabat.
Yang kutahu
Sahabat yakni mereka
Yang datang padaku ketika senang.
Dan tak pernah pergi
Walau diriku dalam sukar.
Sahabat yakni mereka
Yang selalu di sisimu;
Apapun kau adanya.
Telah datang dalam kehidupan
Seseorang yang sudah usang
Kutunggu kehadirannya.
Yang tegak bagaikan gunung
Mengalirkan keberanian.
Yang teduh bagaikan pohon
Tempatku istirah dalam kedamaian.
Yang mengalir bagaikan air
Tempatku menyegarkan segala letihku.
Tiga tahun lamanya bersama
Semakin aku mengetahui
Bahwa engkau betul-betul sobat sejati.
Ada kenangan yang sangat indah.
Yang tak mungkin saya lupa
Di sepanjang usiaku di dunia.
Bahwa di sana
Pernah ada dua teman
Yang saling setia – sangat bersahabat.
Pernah ada dongeng
Dari diriku: ihwal keluarga,
Tentang keadaanku yang kian kelam.
Di sana pula,
Aku memperoleh seseorang
Yang kata-katanya adalah cita-cita:
Tatapannya ialah cahaya
Dan senyumannya begitu menguatkan.
Maka jikalau kuingat
Segalanya tentangmu akan sangat mengharukan.
Seperti gerimis renyai
Yang tiba dengan melodi kehangatan.
Seolah saya tak yakin.
Bagaimana bisa?
Rasanya gres saja kemarin
Kita berlangsung bersama,
Bercerita, tertawa, dan bercanda bersama.
Tetapi
Memang kehidupan tak mampu diramalkan.
Aku masih ingat
Saat kau bercerita
Tentang harapan
Cita-cita
Harapan
Dan segalanya.
Lalu datang-tiba
Kematian merenggut.
Puisi persahabatan yang cukup mengharukan ialah puisi ihwal perpisahan.
Selekat apapun persahabatan seseorang, mereka akan tiba pada satu abad saat persahabatan harus terpisah.
Entah alasannya adalah waktu, urusan, maupun yang yang lain. Memaksa mereka untuk berpisah.
Berikut ini yaitu puisi persahabatan wacana perpisahan dengan teman.
Ketika pagi pecah dan surya perlahan-lahan bangun. Sepoi angin begitu syahdu. Seolah mengiringi jenak waktu yang tak usang lagi: dikala perpisahan antara aku dan sahabat-sahabatku.
Hari ini yaitu hari yang paling menyedihkan.
Setelah mengurai hari bertahun lamanya, di sekolah yang tercinta. Mengukir dongeng indah. Antara satu teman dengan temannya. Antara satu sobat dengan sahabatnya. Antara guru dan para muridnya.
Hati ini menangis. Kesedihan ini membuncah.
Di hari ini saya menyadari betapa hari-hari kita selama ini yaitu hari yang dipenuhi dengan keindahan.
Saat berangkat ke sekolah, bertemudengan sahabat dan sobat, mengikuti pelajaran di kelas, bahkan saat mendapatkan eksekusi.
Di ketika bercanda dengan sobat. Bergurau dengan mitra. Ataupun bersusah payah bersama-sama.
Hari ini:
Mungkin kita akan berpisah. Setelah bersama sekian usang.
Hari ini: engkau akan pergi ke barat mengejar-ngejar keinginan yang kau dambakan. Ada pula yang ke timur. Menyambut kehidupan yang diidamkan.
Sahabat-sahabatku,
Kemanapun kau pergi, jangan pernah melewatkan hari ini. Bahwa kita sama-sama pernah berjanji untuk akrab hingga nanti.
Bawalah harapanmu bersama langkah sarat iktikad. Raihlah cita-citamu sehingga hidupmu bersinar.
Jelahahilah dunia ini dengan hati yang sabar, bersyukur, dan rendah hati.
Yakinlah. Bahwa esok hari mentari kehidupan lebih cerah, rerumputan lebih hijau, dan sepoi angin lebih meneduhkan.
Kepada guru-guru kami,
Hanya ucapan terimakasih yang kami mampu kami sampaikan.
Terimakasih untuk hari-hari yang berguna ini. Terimakasih untuk setiap kesabaran dalam mendidik kami.
Terimakasih untuk setiap ilmu yang kau berikan. Terimakasih untuk semuanya.
Dan keindahan
Adalah tiga hal
Yang kukenang
Dari persahabatan.
.
.
Anna Noer Jannah
Puisi ihwal persahabatan memang tak pernah ada habisnya. Semua orang yang pernah sekolah, mempunyai ingatan indah bersama sahabatnya.
Untuk melengkapi puisi sahabat yang pernah kami berikan, perlu juga kami tuliskan puisi ihwal persahabatan di sekolah.
1. Selaksa Kenangan di Sekolah
Sekolah menjinjing aneka macam kenangan. Apapun itu akan terasa sungguh indah. Indah sekali.
Kita akan mengingat kelas di mana kita belajar, guru yang mengajar, teman-teman dengan canda dan tawanya.
Kenangan itu ada baiknya ditulis dalam bait-bait puisi.
1.1 Di Kelas Itu Kita Bertemu
Saat gerimis
Aku duduk sendiri.
Memandangi taman
Dari sudut jendela.
Dan entah bagaimana mulanya
Tiba-datang kau tiba, dan mulailah kita bercerita.
Lalu aku merasa
Kaulah seorang sobat baru
Yang akan menjadi sahabatku.
Dan setiap gerimis datang
Wajahmu kembali terkenang.
Tentang ceritamu
Kebaikan, kehangatan, dan persahabatan
Yang kau berikan untukku.
Aku terkenang
Bagaimana caramu menatapku,
Seperti seorang yang mengetahui
Siapa diriku.
Aku terkenang
Bagaimana kau berbicara
Seolah engkau seseorang
Yang ingin berada di sampingku
Mendengarkan ceritaku,
Keluh kesan,
Bahagia,
Dan segalanya.
Gerimis turun.
Aku terkenang,
Di kelas itu kita bertemu.
1.2 Indahnya Hari-Hari Kita
Tuhan sudah takdirkan
Aku dan kamu berjumpa
Menjalani hari-hari indah
Di sekolah.
Entah mengapa
Hati rasa terpaut
Bagai satu jiwa
Hanya terpisah oleh raga.
Ada kenyamanan
Yang tak kudapatkan
Kecuali ketika bersamamu.
saya menjadi diriku
apa adanya.
Tanpa kutakut
Dihakimi.
Hari-hari indah
Akan senantiasa terkenang
dari hari ini dan seterusnya.
1.3 Kau Menguatkan Jiwaku
Dalam persahabatan
Kutemukan cinta, kasih sayang, dan pengorbanan.
Dalam persahabatan
Aku mencicipi kemesraan di dalam hati, Kehangatan dalam jiwa, Dan keteduhan yang tak pernah ada habisnya.
Saat saya terjatuh
Kau bantu membangunkan diriku.
Saat aku terluka
Kau mengobati sepenuh jiwa.
Saat saya bersedih,
Kau bawa tawa ke dalam sukma.
Saat saya frustasi,
Kau bawakan cita-cita yang bercahaya.
Hanya terimakasih
Yang dapat kuucapkan
Untuk sahabatku tercinta.
Tanpamu
Mungkin aku kehilangan arah jalan.
Tanpamu
Mungkin aku terjerumus
Dalam jurang keputusasaan.
1.5 Teman Sebangku
Pertama jumpadi sudut kelas itu,
aku terkesima denganmu.
Caramu mengatakan;
menatap, dan apapun darimu
seluruhnya amat mempesona diriku.
Tak terasa
Hari demi hari
Kita menjalani.
Teman sebangku,
Adalah episode terindah
Dari episode-episode kehidupan.
Jika hari ini
Aku ingin mengulang abad lalu,
...saya ingin kembali
Duduk bersamamu.
Belajar bareng ,
Di sekolah yang kita tersayang.
2. Persahabatan Ini Tak Pernah Usai
![]() |
| Anak-anak zaman dahulu jarang sekali dipotret. Mereka terlihat lebih kaku di depan kamera dibandingkan bawah umur kini. |
Persahabatan di sekolah adakala berlanjut sampai kehidupan selanjutnya. Yakni hingga kurun rumah tangga.
Hingga mereka punya bawah umur, persahabatan di kurun sekolah tak jua usai.
Persahabatan mereka terus terjalin indah. Bisa jadi hingga usia usai dari kehidupan mereka.
2.1 Bahagia itu Saat Sahabat Selalu Setia
Telah usai masa sekolah,Saat periode remaja terasa indah.
Telah usai hari-hari kita,
Saat berjibaku dengan tugas sekolah.
Namun persahabatan...
...tak pernah usai.
Meski pernah berjauhan
Meski pernah terpisah
Namun Tuhan takdirkan
Bahwa kita dua sobat tak terpisahkan.
Tahukah kau?
Saat saya kembali berjumpa
Ada berlaksa-laksa rasa senang
Bagai air yang bergeranjas
Di arungan jiwaku.
Ya,
Aku begitu senang.
Bagai menemukan kembali
Hiasan permata berharga
Yang usang hilang.
Lalu datang-tiba
Ia berada di depan mataku.
2.2 Sahabat Selamanya
Rasanya baru saja kemarinKita sama-sama pusing
Menghadapi cobaan.
Rasanya baru saja kemarin
Kita sama-sama merayakan
Kelulusan cobaan.
Tapi
Rupanya sudah lama
Waktu berlalu.
Kau dan aku
Kembali berjumpa .
Menjadi teman sejati
Persahabatan yang tak pernah usai
Dari waktu sekolah dulu
Hingga sekarang,
Anak-anak kita yang sekolah.
Rasanya gres kemarin.
2.3 Bintang Dalam Hatiku
Saat saya kesepianKau tiba memberi hiburan.
Lalu saya pun bahagia
Dengan sepenuh rasa.
Saat aku terjatuh
Kau tiba membangkitan.
Lalu akupun bangkit
Melewati periode-kurun sulit.
Terimakasih
Untuk kesediaanmu
Berada di sisiku – selama ini.
Terimakasih
Untuk kesabaranmu
Menghadapi diriku – yang belum mampu menjadi teman terbaikmu.
Hadirmu
Bagiku yakni bintang
Di tengah gelap gulita di malam kelam.
Kamu begitu indah.
Sendiri sepi di sana.
Aku tertegun. Dan ingin sekali menjadi mirip indahnya dirimu.
2.4 Sahabat Menuju Surga
Kamu memang baik,Dari dulu hingga sekarang.
Tak banyak bicara,
Tapi senantiasa setia.
Rendah hati
Padahal hartamu di sana sini.
Aku senang sekali
Mengenal dirimu
Dipertemukan dan disatukan
Dalam bahtera persahabatan.
Saat aku keletihan
Menghadapi segenap cobaan kehidupan.
Kau tiba laksana embun pagi
Menyirami hati yang penuh luka.
Saat saya terjatuh
Dalam kubangan dosa
Tanganmu lembut mengajakku
Agar kembali ke taman surga.
Sahabat,
Ya engkaulah sobat bergotong-royong
Yang tidak ingin melihatku sengsara,
Di dunia ini, apalagi di akhirat nanti.
2.5 Tak Ingin Berpisah
Sahabat yang beriman menyerupai mentari yang menyinar.Sahabat yang setia bagai pewangi yang mengharumkan.
Sahabat sejati menjadi pendorong keinginan.
Sahabat berhati mulia membawa kita ke jalan Allah.
Aku tidak mau berpisah darimu
Karena bersamamu
Rasanya aku berjalan dalam kedamaian.
3. Cerita Sekolah Dalam Kepingan Puisi
![]() |
| Gaya paling kece persahabatan bawah umur tempo doeloe. |
Puisi-puisi persahabatan di sekolah lahir dari dongeng seseorang di sekolah. Kepingan cerita itu yang kesudahannya mengkristal.
Dan tersusun dari kata demi kata, dalam puisi yang sangat indah. Seperti puisi senja yang tak pernah bisa hilang kenangannya.
3.1 Tak Takut Kehilangan
Aku tak pernah takut kehilanganApalagi kehilangan seorang sobat
Sepertimu.
Karena teman sejati
Dimanapun ia berada
Tak pernah ada pengkhianatan.
Dan saya tahu
Aku menyadari
Engkaulah teman sejati.
Karena selalu kembali
Padaku – kemanapun kau pergi.
3.2 Sahabat dan Teman
Aku tak pernah tahuApa bedanya sobat dengan sahabat.
Yang kutahu
Sahabat yakni mereka
Yang datang padaku ketika senang.
Dan tak pernah pergi
Walau diriku dalam sukar.
Sahabat yakni mereka
Yang selalu di sisimu;
Apapun kau adanya.
3.3 Telah Datang
AkhirnyaTelah datang dalam kehidupan
Seseorang yang sudah usang
Kutunggu kehadirannya.
Yang tegak bagaikan gunung
Mengalirkan keberanian.
Yang teduh bagaikan pohon
Tempatku istirah dalam kedamaian.
Yang mengalir bagaikan air
Tempatku menyegarkan segala letihku.
Tiga tahun lamanya bersama
Semakin aku mengetahui
Bahwa engkau betul-betul sobat sejati.
3.4 Cerita Di Sudut Sekolah
Di sudut sekolahAda kenangan yang sangat indah.
Yang tak mungkin saya lupa
Di sepanjang usiaku di dunia.
Bahwa di sana
Pernah ada dua teman
Yang saling setia – sangat bersahabat.
Pernah ada dongeng
Dari diriku: ihwal keluarga,
Tentang keadaanku yang kian kelam.
Di sana pula,
Aku memperoleh seseorang
Yang kata-katanya adalah cita-cita:
Tatapannya ialah cahaya
Dan senyumannya begitu menguatkan.
Maka jikalau kuingat
Segalanya tentangmu akan sangat mengharukan.
Seperti gerimis renyai
Yang tiba dengan melodi kehangatan.
3.5 Sahabatku Kau Telah Tiada
Mendengar informasi kematianmuSeolah saya tak yakin.
Bagaimana bisa?
Rasanya gres saja kemarin
Kita berlangsung bersama,
Bercerita, tertawa, dan bercanda bersama.
Tetapi
Memang kehidupan tak mampu diramalkan.
Aku masih ingat
Saat kau bercerita
Tentang harapan
Cita-cita
Harapan
Dan segalanya.
Lalu datang-tiba
Kematian merenggut.
4. Puisi Pertemuan dan Perpisahan Sahabat
![]() |
| Foto anak-anak sekolah jadul. Terlihat persahabatan di antara mereka. |
Puisi persahabatan yang cukup mengharukan ialah puisi ihwal perpisahan.
Selekat apapun persahabatan seseorang, mereka akan tiba pada satu abad saat persahabatan harus terpisah.
Entah alasannya adalah waktu, urusan, maupun yang yang lain. Memaksa mereka untuk berpisah.
Berikut ini yaitu puisi persahabatan wacana perpisahan dengan teman.
4.1 Hari Ini Adalah Hari Yang Paling Menyedihkan
Hari ini adalah hari yang paling menyedihkan.Ketika pagi pecah dan surya perlahan-lahan bangun. Sepoi angin begitu syahdu. Seolah mengiringi jenak waktu yang tak usang lagi: dikala perpisahan antara aku dan sahabat-sahabatku.
Hari ini yaitu hari yang paling menyedihkan.
Setelah mengurai hari bertahun lamanya, di sekolah yang tercinta. Mengukir dongeng indah. Antara satu teman dengan temannya. Antara satu sobat dengan sahabatnya. Antara guru dan para muridnya.
Hati ini menangis. Kesedihan ini membuncah.
Di hari ini saya menyadari betapa hari-hari kita selama ini yaitu hari yang dipenuhi dengan keindahan.
Saat berangkat ke sekolah, bertemudengan sahabat dan sobat, mengikuti pelajaran di kelas, bahkan saat mendapatkan eksekusi.
Di ketika bercanda dengan sobat. Bergurau dengan mitra. Ataupun bersusah payah bersama-sama.
Hari ini:
Mungkin kita akan berpisah. Setelah bersama sekian usang.
Hari ini: engkau akan pergi ke barat mengejar-ngejar keinginan yang kau dambakan. Ada pula yang ke timur. Menyambut kehidupan yang diidamkan.
Sahabat-sahabatku,
Kemanapun kau pergi, jangan pernah melewatkan hari ini. Bahwa kita sama-sama pernah berjanji untuk akrab hingga nanti.
Bawalah harapanmu bersama langkah sarat iktikad. Raihlah cita-citamu sehingga hidupmu bersinar.
Jelahahilah dunia ini dengan hati yang sabar, bersyukur, dan rendah hati.
Yakinlah. Bahwa esok hari mentari kehidupan lebih cerah, rerumputan lebih hijau, dan sepoi angin lebih meneduhkan.
Kepada guru-guru kami,
Hanya ucapan terimakasih yang kami mampu kami sampaikan.
Terimakasih untuk hari-hari yang berguna ini. Terimakasih untuk setiap kesabaran dalam mendidik kami.
Terimakasih untuk setiap ilmu yang kau berikan. Terimakasih untuk semuanya.




Posting Komentar untuk "100 Puisi Perihal Persahabatan Waktu Di Sekolah"